2020/04/24

Laugh For You (LOL)





Segelas Vanilla Latte, terlalu banyak Ice, hingga mendesak di mulut saat diteguk

Aku tidak membenci seditikit pun,
Dengan apa yang sudah terjadi kemarin.

Saat berpapasan dengan mu, semua udara diisi dengan kecanggungan semata.
Itu tak kunjung mencair dalam waktu yang lama.

Aku hanya tertawa memikirkan semua yang telah terjadi kemarin
Entah siapa yang memulai duluan, itu tidak penting lagi.

Tertawa,
Terpaksa,
Aku mendekat,
Dan kau memanggil..
Kau mendekat,
Dan menciumku..
Kau memegang kendali..
Sesak,
Waktu terus berdetak,
Membuang-buang waktu
Teruslah mendekat..

Disatu waktu,
Aku bingung, apa yang dirasakan kamu saat ini..
Dengan tiba-tiba nya kamu berubah,
Dengan penjelasan yang gak related sama sekali.
Kamu datang saat kamu banyak cerita,
Kamu gak paham, bagaimana caranya berteman.
Kamu yang tidak mengerti sama sekali, tentang perasaan orang yang dekat denganmu.

Aku, tertawa..
Aku, benar-benar kecewa.
Kecewa di beribu-ribu kalinya,

Aku, tertawa..
Aku Sakit, dengan sikapmu yang berubah secara tiba-tiba,
Sakit, alasan semua omong kosongmu,

Kamu yang tidak sadar, apa yang telah kamu lakukan dengan ku,
Itu, sangat tidak benar.
Tidak ada sama sekali, timbal baik dari mu.

Mungkin, aku sadar.
Di satu sisi, aku hanya di pergunakan dengan mau mu.
Kenapa aku bisa berfikir seperti itu ya?
Hahaha
Mungkin, karena sikap mu, yang berubah secara tiba-tiba..
Kamu egois,
Kamu juga terlalu berani dengan hal-hal yang kamu anggap itu ringankan,

Lelah,
Dengan kesengajaan terbukanya dengan mu selama ini.
Apa yang kamu buat selama ini?
Membawa perasaan orang lain jatuh ke hati, hanya itu yang kamu lakukan padaku hingga saat ini.

Hingga saat ini,
Aku masih Tertawa,
Terpaksa,
Aku menjauh,
Dan aku tidak memanggil.
Aku menjauh,
Dan membuang pandangan darimu,
Kau memegang kendali..
Bahagia,
Hari terus berjalan,
Tidak akan membuang waktu denganmu lagi
Teruslah seperti ini,
Hingga hati yang akan terpulihkan kembali.



Egi Afif Maulana,
09:00 pm , 2020-04-24



Share:

너의 밤 (Your Night)





Masih terlalu dini buat nutupin rasa dihadapannya, bahkan hingga ke teman teman.
Bayangannya yang terlalu nusuk kedalam hati, tidak bisa terelakkan.

Entah nafasnya yang terlalu cepat atau jantungnya yang begitu berdegup, aku masih bisa ngerasain kalau dia hidup dibelakangku.
Aku bisa merasakannya begitu mudah sampai akupun merasa seperti itu juga.

Hati kita masih terlalu mengigil, Sampai lupa cara untuk memanggil.
Kita tidak saling kesepian, karena kita selalu berpergian.
Di kegelapan, kita saling mengingatkan, dan saling membangunkan, agar kita tidak saling tersingkirkan, di masa depan yang akan datang.

Di malam ku saat ini, aku baik-baik saja.
Begitu juga denganmu,
Kitapun saling baik-baik saja.
Kita sama-sama tahu, bahwa kita akan baik-baik saja.

Kita bisa mengatasinya.
Semua kesedihan dan bekas luka,
Sekarang menjadi kenangan lama,

Jadi, ayo kita tersenyum dan melepaskannya.
Masa depan kita telah memilih kebahagiaan dengan semestinya.
Nikmati saja, kita adalah pekerja keras. kita sudah bekerja keras.

Kita adalah anak dewasa, tidak ada yang berani untuk menggangu atau menghalangi jalan masa depan.

Kita terlalu asyik nikmatin kesibukan tersendiri, sampai-sampai kita tidak sadar, bahwa Malam ku menyapa Malam mu disini.



Egi Afif Maulana,
08:30 pm , 2020-04-24



Share: